SUGENG RAWOH SEDOYO

Minggu, 13 September 2009

PASIR PUTIH

menerawang tajam mataku melihat hamparan air yang bergulung ombak.
nyanyian puing-puing dan tebing pantai menemaniku dalam lamunan sebuah penatian
di sepanjang pantai ini telah terukir cerita
disaksikan oleh tegarnya batu karang yang tiada habis terkikis ombak samudra
di sepanjang pantai ini
akan menjadi saksi cinta tulusku kepada mu.
luasnya laut ciptaan ilahi seluas cintaku yang slalu aku jaga hanya untukdirimu.
sinar mentari menyapaku dan membuyarkan semua hayalanku.
hatiku tersa panas seperti tubuhku yang mulai disengat oleh teriknya mata hari
akan tertapi semua itu tidakmenyurutkan semua rasa sayangku kepadamu.
cintaku padamu sekuat karang yang terus diterjang aloh besarnya gelombang lautan
semoga engkau juga merasakan semua harapan cinta dan sayang yang selalu aku dambakan.
monngo dilanjut..

HARAPAN JIWA

awan berkepul hitam di angkasa
dan rembulanpun tiada bersinar lagi.
harum semerbak bunga ditaman pun lenyap pergi.
aku merangkak dihamparan padang pasir
tuk harapkan temukan setets air.
namun...........
berhari-hari, berbulan-bulan
dan semakin lelah kumenjelajah.
aku tak pernah berfikir badai yang selalu ku genggam telah kutanan dalam jiwa ini.
semangat yang menembus angkasa.
ku genggam erat setangkai bunga mawar dan kutanam dalam lembahy pasir.
akankah engkau tau apa yang aku harapkan dari sisa-sisa semua perjuanganku ini.
monngo dilanjut..

Pengikut